Ketika Seperti Malaikat kadang pun Seperti Iblis



Pada bulan Desember 2019 dunia dihebohkan dengan virus yang bernama Corona. Para ahli menyebutnya Covid Sembilan Belas. Virus ini cepat menyebar alhasil banyak yang meninggal dunia karenanya, awal mula virus Corona ini masyarakat khawatir dengan kesehatannya dan keselamatannya pun keluarganya. Orang-orang kini berbondong-bondong membeli sabun cuci tangan anti bakteri lengkap dengan cairan hand sanitizer dan masker, saking banyak yang mencari tokoh-tokoh seperti Indomaret maupun Alfamart bahkan Pasar tradisional barang-barang dagangan seperti itu laris habis terjual bahkan sangat langka, harganya pun melonjak naik seperti masker yang tadinya seharga Rp2.000 perlembar kini melonjak naik menjadi Rp10.000 bahkan sampai Ratusan ribu. Para pedagang pun merasa sangat diuntungkan pada peristiwa ini di dunia maya pun beredar opini penjual masker naik Haji. Sebagian  orang yang berpikiran licik dan berhati kotor memanfaatkan keadaan dengan memalsukan produk yang mereka jual yang tadinya dapat membunuh virus malahan menjadi racun bagi si pembeli. Lantas siapa yang disalahkan, manusianya atau virusnya? Entahlah semua itu pasti ada hikmahnya. Tuhan akan memberikan ganjaran bagi orang yang dimana tidak dapat membantu sesamanya.


Hari berganti hari, bulan berganti bulan bahkan setahun lebih wabah ini tidak berhenti-hentinya traveling didasar bumi, menyebar dengan gembiranya para korban berjatuhan bahkan tim medis pun kelelahan menangani pasien yang terus-menerus berdatangan berjam-jam bahkan berhari-hari di rumah sakit. Minum pun susah makan pun susah beribadah pun juga sangat amat susah, karena pekerjaan heroiknya mereka mengesampingkan anak- anaknya dan lebih memilih berada di rumah sakit untuk mempertaruhkan nyawanya sendiri demi keselamatan nyawa orang lain yang mungkin dia sama sekali tidak mengenalnya dan orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah pasien positif covid-19. Pak Presiden pun membuat aturan social distancing dimana kita dilarang keluar rumah pun aturan ini harusnya di taati guna mengikis penyebaran virus ini sebagian masyarakat pun berfikir dua kali toh jika tidak keluar rumah apa yang dia makan apa yang dia dapatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya, para kaum menengah ke atas mungkin dia sami'na wato'na dengan jabatan PNS yang dibayar perbulan oleh negara berleha-leha berkumpul bersama keluarga di dalam rumah dengan senangnya.


Tidak sampai disitu bahkan ada masyarakat yang meninggal dunia. Akibat apa? sebagian besar akibat tidak makan berhari-hari karena tidak memiliki uang pun persediaan bahan dapur. Disitulah pertengkaran malaikat dan iblis tak henti-hentinya membisikkan membantu saudaranya yang kelaparan untuk menyalurkan makanan dengan membuat dapur khusus masyarakat menengah kebawah, mengumpulkan donasi bukan hanya perlengkapan kesehatan, disamping itu iblis bisikkan ke telinga orang licik dan berhati kotor melainkan memanfaatkan keadaan. Korupsi berkedok donasi. Astaghfirullah. Nah disinilah kita dapat memetik hikmah dari makhluk kecil utusan Tuhan yang entah kapan sudah sudahnya menebar keburukan. Tapi, disisi lain mengenai aturan pemerintah tentang tetap berada di rumah menjadikan kita lebih intim dengan keluarga. Yang tadinya keluarganya hancur berantakan kini menjadi keluarga yang harmonis dan sejahtera yang tadinya kita sangat mengacuhkan teman-teman dan sangat tidak menghargai pertemuan kini timbul rasa bersalah dan ingin segera ber sua dibumbui canda tawa . Yang tadinya kita merasa orang ini sangat baik namun dengan kejadian wabah yang mengguncang planet bumi ini kita bisa tahu mana musuh dan mana kawan. hikmahnya pun tidak sampi disitu, pada bulan Ramadhan yang tadinya sibuk jualan kesana-sini kini membaca al-quran dengan tenang dan khusyuk melaksanakan ibadah baik wajib maupun sunnah di rumah, lebih mengenal sifat dan karakter anak-anaknya serta mengetahui apa-apa yang kurang dari rumah tangga yang dibangunnya. Pun kita lebih menghargai waktu yang pada hakekatnya tidak pernah bisa diputarbalikkan kembali.


 

Komentar

AKSA mengatakan…
💯
Leonahana mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Leonahana mengatakan…
aaaa makasii, maaf baru buka blog lagi hehe

Postingan Populer